Lebih Lihat Kepada Kesan/Hasil/Natijah-nya.

Hello & Salamun A’laikum.
In The Name Of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

Dlm al-Quran al-Karim, Allah subhanahu wa taa’la ada men-cerita-kan kpd kita ttg nabi Musa a’laihi salam & Firaun.

Allah subhanahu wa taa’la memerintah-kan Musa a’laihi salam agar pergi kpd Firaun; mendekati-nya, ber-dakwah kpd-nya, menawar-kan kpd-nya utk disuci-kan jiwa-nya, & menunjukkan satu jalan hidayah maka dia di-kehendaki takut akan Allah subhanahu wa taa’ala [rujuk Quran(79):15-19].

Firaun itu y merupa-kan satu figure ketika itu se-org y hebat, kuat, mewah, ber-kuasa, malah meng-akui diri-nya sbg tuhan : أَنَاْ رَبُّكُمُ الاٌّعْلَى / “aku tuhan-mu, yang ter-tinggi[rujuk Quran(79):24] ; namun tetap pergi juga Musa a’laihi salam datang kpd-nya sprt apa y di-perintahkn oleh Allah azza wa jalla.

Yes! Pd pandangan kasar kita, memang patut pun Firaun itu menolak seruan Musa a’laihi salam ; awal2 pun dah boleh agak dah.

TETAPI Musa a’laihi salam, ber-usaha dgn tetap pergi!

Ini-lah y men-jadikan satu pengajaran y benar kpd kita! Ini mengajar kita bhw meski-pun se-seuatu itu pd mata kasar-nya nampak mustahil, tetapi ke-barangkalian utk tidak mustahil itu ada ;

Kita dapati Musa a’laihi salam tidak argue dgn Allah subhanahu wa taa’la apabila dtg perintah utk seruan Islam kpd Firaun itu y memang mustahil-lah dia nak terima kalau ikut pandangan kita sejak awal2 lagi ; ini mengajar kita utk ber-sangka baik kpd Allah subhanahu wa taa’la.

Akhir-nya, bukan-lah Firaun itu y menerima Islam, BAHKAN ahli2 sihir-nya sujud & akui al-Haq y di-bawa & di-pertonton-kan (mukjizat/kekuasaan Allah subhanahu wa taa’la) oleh Musa a’laihi salam[rujuk Quran(20):65-70] ; sungguh2 kebatilan itu ter-hapus apabila kebenaran y nyata itu ter-bukti kebenaran-nya. Allahu Akbar!

Perhatikan-lah! Allah subhanahu wa taa’la merahsia-kan kesan dakwah Musa a’laihi salam. Lihat! Meski-pun Firaun menolak, tetapi org lain y menerima Islam, iaitu ahli2 sihir-nya. Subhanallah!

Ini-lah pengajaran y baik utk kita, bukan setakat dlm meng-aplikasi-kan pengajaran itu di dlm medan dakwah, malah mana2 urusan y kita lakukan di atas muka bumi ini.

Drpd kisah tauladan ini, penulis ingin mengingat-kat diri sendiri & sharing kpd pembaca ; apabila melakukan sesuatu perkara y baik atau tidak mendatang-kan kemurkaan Allah subhanahu wa taa’la, lakukan-lah tanpa meng-ambil berat y me-lampau2 ter-hadap kesan , hasil atau natijah-nya.

Ya! se-org medical student cth-nya ; secara logik-nya dia belajar medic 5-6 tahun, graduate & akan men-jadi se-org doktor ; TETAPI hakikat-nya, kita tidak tahu atau tidak pasti benar-kah dia akan men-jadi doktor? hati-nya akan ber-ubah? dia akan lebih ber-minat kpd se-suatu y lain? atau setelah memegang se-gulung ijazah, dia tidak akan menerus-kan profession-nya sbg doktor(hanya nak title shj)?& sebgai-nya.

al-Quran banyak tempat menerang-kan hakikat ini ; Oleh itu, di-sini ter-dapat 2 elemen secara am-nya dlm kita melakukan sesuatu perkara :

  1. Usaha ke arah kesan atau natijah itu, &
  2. Kesan / hasil / natijah.

Kita memang tak tahu apa-kah benar2 kita akan ber-akhir seperti y di-sangka-kan, di-harap-kan & sbg-nya ; kita tahu, itu urusan Allah jalla wa a’la[rujuk Quran (76):30/(08):24/(25):02] , kita tak dpt mengawal-nya. TETAPI, usaha itu adalah satu y di-mana kita boleh control dgn kuasa y kita ada ; maka, tumpu-kan pd usaha itu & ber-tawakal-lah kpd Allah subhanahu wa taa’la di atas usaha kita itu.

Mashallah! ini-lah sifat Islam y ada pd se-org muslim ; Moga2 usaha & ke-taqwa-an se-org muslim itu akan di-perkenan-kan oleh-Nya, Tuhan sekalian a’lam. Ameen.

[Surah at-Talaq(65):02-03]

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً – وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ

حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَـلِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْراً

makna : “. . .se-siapa yang ber-taqwa kepada Allah, nescaya Allah akan mengadakan bagi-nya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkan-nya) – Serta memberi-nya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangkakan-nya ; dan se-siapa y ber-tawaqal kepada Allah, maka Allah cukup-lah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguh-nya Allah ber-kuasa melaksana-kan segala urusan-Nya.

Di dlm agama ini ; ad-Deen ini ; selagi kita hidup, kita tidak tahu, apa-kah kesudahan kita nanti. Kita hidup mungkin 60-70 tahun ; awal2 kita ber-semangat, kita hebat dlm memegang & istiqamah(konsisten) dlm cara hidup ini ; TETAPI boleh jadi pd hujung2-nya kita kufur. .kita ingkar. . kita nifaq. . kita lalai. . ter-tutup hati kita. . kita takbur dlm agama. . kita lupa. . kita ‘liberal’ dlm agama. .& mcm2 lagi.

Ini-lah sebenar-nya y ber-laku ; dan contoh2 sejarah dlm ke-rahsia-an ini juga ter-bukti & boleh di-ambil pengajaran. Cth-nya, dulu2 Saddam Hussein itu adalah kawan baik USA, memerintah se-cara kuku besi & kejam di Iraq, TETAPI di akhir2 hayat-nya dia berubah, dia menentang USA ;

Allah. . ! Bagaimana-lah kita ini ; Kena-lah banyak ber-ingat & ber-doa-lah.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

makna : “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau memesongkan hati kami sesudah Engkau beri hidayah(petunjuk) kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisi-Mu; sesungguh-nya Engkau Maha Pemberi.” [Quran(03):08]

Jaga2! Jangan ber-malas-malasan!1|2|3


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s